Berita

Ery Rini | 27.07.2011 12:56

Disekitar kita begitu banyak orang hebat yang mengagumkan. Mereka memiliki kemampuan diatas rata-rata, sehingga terlihat unggul dari manusia lainnya. Ketika dihadapkan pada suatu pekerjaan atau tugas tertentu, mereka selalu bisa menyelesaikannya dengan lebih baik dari orang lain. Ketika mereka dihadapkan pada situasi sulit tertentu, mereka selalu bisa menangani kesulitan itu dengan lebih baik dari orang lain. Ketika prestasi mereka dievaluasi, track record-nya lebih cemerlang dari kebanyakan orang. Seolah-olah, mereka benar-benar manusia paling ideal untuk pekerjaan yang ditanganinya. Itu membuat kita bertanya; "Mengapa Tuhan memberikan talenta begitu hebatnya kepada dia? Sedangkan kepada saya tidak. Jika saya diberkahi kemampuan yang seperti itu, pasti saya akan berprestasi seperti itu." Benarkah demikian?

Ery Rini | 12.05.2011 09:18
Apr 26, 2011

Peppy Nerve Cells © picture-alliance/dpa

Peppy Nerve Cells (© picture-alliance/dpa)

Scientists at the University of Heidelberg have found a gene that protects against the consequences of a stroke. The discovery published in "The Journal of Neuroscience" is likely to have effects on therapies in the treatment of stroke and other neurodegenerative diseases.

Under the direction of Hilmar Bading, researchers at the Interdisciplinary Center for Neurosciences (IZN) found that increased production of the gene made nerve cells more resilient.

Ery Rini | 29.04.2011 14:03
(© picture-alliance/ ZB)


Berdasarkan statistik yang diterbitkan beberapa waktu yang lalu oleh BBC dan Kedutaan Inggris, Republik Federal Jerman dipilih sebagai salah satu negara yang paling populer di dunia. Terutama dilihat dari bidang pendidikan, Jerman berada pada posisi pertama, diikuti oleh Australia, Inggris, Cina, Malaysia dan Amerika Serikat. Survey "pengukuran global" yang dilakukan oleh Kedutaan, melihat keterbukaan dan akses bagi study internasional di tiap negara, tingkat dukungan dan dorongan untuk study ke luar negeri, level kualitas pendidikan dan tingkat pengakuan di dunia. Tetapi kehidupan mahasiswa ditentukan oleh banyak faktor dibandingkan dengan statistik. Ada beberapa alasan yang membuat Jerman berada di tingkat atas dan juga beberapa cerita kesuksesan di bidang akademik.

Ery Rini | 08.04.2011 10:50

Apa Anda suka Goethe dan Kafka? Apa Anda tertarik pada berbagai macam kebudayaan yaang ada pada negara-negara yang berbahasa Jerman? Atau Anda suka berjalan-jalan keliling Eropa dan menguasai bahasanya? Itu semua adalah alasan yang cukup untuk belajar bahasa Jerman. Masih butuh alasan lainnya?

Priyan Destiana | 16.03.2011 11:01

STUFEN dan UNS

Sejak 2010 Stufen Edu telah menjalin kerjasama yang baik dengan Sprachschule UNS di Hamburg dalam rangka meningkatkan kualitas dan kemampuan berbahasa Jerman para calon mahasiswa indonesia yang akan kuliah di Jerman. 

Priyan Destiana | 16.03.2011 09:39

Siswa-siswa asal Indonesia calon mahasiswa di Jerman yang dikelola oleh Stufen Edu dalam program persiapan studi ke Jerman yang dikenal dengan sebutan program MORGEN, sejak februari yang lalu sudah memulai kegiatan perkuliahan mereka di beberapa studienkolleg di Jerman. Mereka tiba di Hamburg tanggal 10 Januari 2011 langsung menghadapi ujian perdana pada 14 Januari 20011 di Studienkolleg TU Berlin. Empat dari enam siswa yang mengikuti ujian di TU Berlin berhasil lulus dan mereka sudah berada di Berlin sejak tanggal 26 Januari 2011 untuk memulai perkuliahan di studienkolleg.

Siswa Stufen Edu di Rathaus Hamburg

Ery Rini | 11.03.2010 12:42

CT Scan

Nah..,ini jurusan yang jarang ada di dunia apa lagi di Indonesia. Ditengah berkembangnya industri dunia kesehatan, tenaga kesehatan atau dokter sangat dibutuhkan di masyarakat. Seperti halnya dokter, tenaga yang mengerti alat kesehatan modern juga dibutuhkan.

Priyan Destiana | 10.02.2010 16:48

Gelombang pelajar meninggalkan tanah air untuk menuntut ilmu di Negara lain dirasakan juga oleh Priyan Destiana, direktur Stufen International, salah satu lembaga “pemandu belajar” yang ingin kuliah di Jerman. Selain faktor mahalnya kuliah di dalam negeri, prestise dan sebagainya, alasan lain adalah kabar bahwa di Jerman banyak beasiswa atau gratis kuliah, “ungkapnya tentang kecenderungan calon mahasiswa memilih Jerman sebagai Negara tujuan kuliah.

Priyan Destiana | 10.02.2010 16:23

 

aya

Untuk sekolah interior design awalnya Itali dan Prancis sebagai tujuan untuk sekolah. Jangan tanya usaha aku untuk tau lebih banyak tentang dua negara ini. Tapi pas cerita2 sama keluarga, om aku (interior designer) bilang, waktu dia bekerja dan design sebuah kapal di Hamburg, menurut dia Jerman menarik banget. Dan untuk bidang architektur (di Jerman interior design dikenal sbg Innenarchitektur) memang arsitek2 lulusan Jerman yang paling dicari diseluruh dunia. Setelah baca2 ini itu tentang negara ini.. „well.. okay, Gemany? Why not..“

Priyan Destiana | 10.02.2010 16:10

Mensa merupakan kantin mahasiswa yang ada di tiap Universität/Hochschule. Harga yang ditawarkan untuk tiap makanan yang disediakan di Mensa sangatlah “bersahabat” dengan kantong mahasiswa. Rata-rata makanannya tidak lebih dari € 2,- bahkan ada yang € 0,50.

Bagaimana dengan kualitas makanannya? Jangan khawatir, karena makanan di tiap Mensa terjamin kandungan gizi-nya. Karena pada saat memutuskan menu yang akan disajikan, pihak Uni/FH memiliki ahli gizi yang mengotrol kandungan gizi pada tiap makanan yang nantinya akan disediakan.