Jeder kann in Deutschland studieren
Menggapai Masa Depan dengan Studi di Jerman
Rp. 36 ribu / hari * di Jerman Kuliah HEBAT biaya HEMAT
Setiap Orang bisa Studi di Jerman

Selamat Datang di Stufen Edu

STUFEN INTERNATIONAL merupakan induk organisasi perusahaan, yang salah satunya adalah STUFEN EDU, selain beberapa bidang usaha lain yang berbasiskan transfer ilmu pengetahuan, maupun teknologi. Dukungan STUFEN INTERNATIONAL dilatarbelakangi dan “ditangani” oleh sumber daya manusia yang profesional terdiri dari anak-anak bangsa dan pihak asing yang memiliki pandangan jauh ke depan, dengan mengutamakan proses regenerasi di dalam roda pergerakannya.

Berita

Priyan Destiana | 16.05.2013 17:11

Selamat datang tahun ajaran 2013/2014. Stufen Edu akan mengadakan seminar tentang peluang studi di Jerman pada bulan September 2013 di 5 kota besar di Indonesia yaitu Padang, Surabaya, Balikpapan, Bali dan Manado. Hubungi Stufen Edu segera untuk konfirmasi tempat dan nantikan tanggal pastinya di berita selanjutnya.

Priyan Destiana | 19.02.2013 09:22

Hingga berita ini ditayangkan sebagian besar siswa sudah diterima di beberapa studienkolleg di Jerman untuk musim ajaran Sommer semester 2013. Dari total siswa yang berangkat pertengahan Nopember 2012 ini, sudah 29 siswa telah diterima di studienkolleg (baik itu yang Fachkurs ataupun yang Vorkurs) diantaranya di STK Uni Greifswald, STK FH Coburg, STK Uni Hamburg,  STK Karlsruhe, STK FH Konstanz, dan STK Nordhausen. Beberapa siswa lainnya masih menunggu kesempatan ujian berikutnya dan berharap di semester ini mendapatkan studienkolleg sesuai dengan pilihannya. Semoga.

Ery Rini | 27.07.2011 12:56

Disekitar kita begitu banyak orang hebat yang mengagumkan. Mereka memiliki kemampuan diatas rata-rata, sehingga terlihat unggul dari manusia lainnya. Ketika dihadapkan pada suatu pekerjaan atau tugas tertentu, mereka selalu bisa menyelesaikannya dengan lebih baik dari orang lain. Ketika mereka dihadapkan pada situasi sulit tertentu, mereka selalu bisa menangani kesulitan itu dengan lebih baik dari orang lain. Ketika prestasi mereka dievaluasi, track record-nya lebih cemerlang dari kebanyakan orang. Seolah-olah, mereka benar-benar manusia paling ideal untuk pekerjaan yang ditanganinya. Itu membuat kita bertanya; "Mengapa Tuhan memberikan talenta begitu hebatnya kepada dia? Sedangkan kepada saya tidak. Jika saya diberkahi kemampuan yang seperti itu, pasti saya akan berprestasi seperti itu." Benarkah demikian?

Ery Rini | 12.05.2011 09:18
Apr 26, 2011

Peppy Nerve Cells © picture-alliance/dpa

Peppy Nerve Cells (© picture-alliance/dpa)

Scientists at the University of Heidelberg have found a gene that protects against the consequences of a stroke. The discovery published in "The Journal of Neuroscience" is likely to have effects on therapies in the treatment of stroke and other neurodegenerative diseases.

Under the direction of Hilmar Bading, researchers at the Interdisciplinary Center for Neurosciences (IZN) found that increased production of the gene made nerve cells more resilient.

Ery Rini | 29.04.2011 14:03
(© picture-alliance/ ZB)


Berdasarkan statistik yang diterbitkan beberapa waktu yang lalu oleh BBC dan Kedutaan Inggris, Republik Federal Jerman dipilih sebagai salah satu negara yang paling populer di dunia. Terutama dilihat dari bidang pendidikan, Jerman berada pada posisi pertama, diikuti oleh Australia, Inggris, Cina, Malaysia dan Amerika Serikat. Survey "pengukuran global" yang dilakukan oleh Kedutaan, melihat keterbukaan dan akses bagi study internasional di tiap negara, tingkat dukungan dan dorongan untuk study ke luar negeri, level kualitas pendidikan dan tingkat pengakuan di dunia. Tetapi kehidupan mahasiswa ditentukan oleh banyak faktor dibandingkan dengan statistik. Ada beberapa alasan yang membuat Jerman berada di tingkat atas dan juga beberapa cerita kesuksesan di bidang akademik.