Jeder kann in Deutschland studieren
Menggapai Masa Depan dengan Studi di Jerman
Rp. 36 ribu / hari * di Jerman Kuliah HEBAT biaya HEMAT
Setiap Orang bisa Studi di Jerman

Selamat Datang di Stufen Edu

STUFEN INTERNATIONAL merupakan induk organisasi perusahaan, yang salah satunya adalah STUFEN EDU, selain beberapa bidang usaha lain yang berbasiskan transfer ilmu pengetahuan, maupun teknologi. Dukungan STUFEN INTERNATIONAL dilatarbelakangi dan “ditangani” oleh sumber daya manusia yang profesional terdiri dari anak-anak bangsa dan pihak asing yang memiliki pandangan jauh ke depan, dengan mengutamakan proses regenerasi di dalam roda pergerakannya.

Berita

Ery Rini | 13.12.2014 09:31
Henidya Putri Heramarwan. Alumni dari MA Darul Marhamah, Cileungsi - Bogor, ini sekarang menempuh pendidikannya di jurusan Teknik Aeronautika (Luft- und Raumfahrttechnik) di Universitas Stuttgart. 
Ketika ditanya kenapa memilih Uni Stuttgart? Heni menjawab "Karena Uni Stuttgart adalah universitas dengan jurusan teknik penerbangan terbaik di Jerman. Uni Stuttgart juga satu-satunya Universitas (bukan Hochschule) di Jerman yang menawarkan LRT (Luft- und Raumfahrttechniksebagai jurusan yang berdiri sendiri."
Ery Rini | 12.12.2014 13:23

"Take German Seriously!" He said.

Itu adalah salah satu pesan terpenting yang disampaikan oleh Joshua Christian. Alumni SMAK 1 BPK Penabur Bandung ini sekarang sedang menempuh pendidikannya di jurusan Kedokteran di Hamburg, Jerman. Cita-citanya yang ingin menjadi seorang ahli bedah jantung membuat Joshua mencari informasi mengenai pendidikan di Jerman. Pertama kali bertemu dengan Stufen di expo pendidikan yang diadakan oleh SMAK 1 BPK Penabur, Joshua langsung mendapatkan informasi mengenai pendidikan di Jerman dan juga semua keuntungan dan kesulitan yang nantinya akan dijalani saat menimba ilmu di Jerman.

Ery Rini | 28.11.2014 09:10

Dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata, seorang pemuda bertanya pada saya: “Apa band-nya masih (main)?” Saat itu kami sedang berada di salah satu kafe di daerah Sosrowijayan, Yogyakarta. Sayangnya, band yang pemuda itu maksud baru saja memainkan lagu terakhir mereka. Agar dia tidak terlalu kecewa, saya pun menawarkannya hang out sebentar bersama saya dan teman-teman. Pemuda itu, Severin, dengan senang hati menerima ajakan tersebut.

Dari percakapan malam itu, saya ketahui bahwa kami seumuran. Severin berasal dari kota Munich, dan bekerja sebagai kru panggung untuk sebuah klub malam di sana. Dia bertugas dari jam 6 petang hingga 12 tengah malam — 6 jam kerja sehari, 5 hari sepekan. Enak banget? Ada yang lebih enak lagi: dia diberi cuti selama 6 minggu oleh atasannya, dengan gaji yang tetap dibayar penuh plus uang saku untuk liburan.

Saya pun jadi penasaran: apakah kultur kerja di Jerman memang sesantai itu? Bagaimana bisa dengan kerja yang tapi masih bisa memperoleh penghasilan yang cukup? Bagaimana bisa mereka meninggalkan pekerjaan selama berminggu-minggu tanpa sedikit pun rasa khawatir dan bikin bos kalang kabut? Yuk, sama-sama kita pelajari budaya dan etos kerja yang diterapkan oleh orang di Jerman sana!

Ery Rini | 10.11.2014 14:35

"Susah bukan alasan untuk berhenti, tapi tidak mau memulai dan tidak mau mencoba itu yang harus diwaspadai." - Putri

Putri Nur Julita, STUFEN MORGEN SoSe 2012

Perkenalkan teman kita yang satu ini. Namanya Putri Nur Julita. Putri, yang memiliki impian untuk menjadi ahli kimia ini ,dulunya bersekolah di SMAN 67 Jakarta Timur. Namun setelah Putri berkenalan dengan bahasa Jerman, kini impiannya bertambah. Ia ingin menguasai bahasa Jerman seperti Native Speaker.

Ery Rini | 04.11.2014 09:15

Mungkin tidak banyak yang sudah pernah mendengar nama HS (Hochschule) Esslingen. Kampus yang terletak di salah satu negara bagian Jerman yang bernama Baden-Wuerttemmberg ini memberikan berbagai macam fasilitas yang dapat menunjang perkuliahan mahasiswanya. Salah satu siswa Stufen yang berangkat di bulan November tahun 2012 lalu sedang menimba ilmunya di kampus ini. 

I Putu Bagus Andryan Tresna. Sebelum berangkat ke Jerman ia bersekolah di SMAK Santo Yoseph Denpasar, Bali. Ketertarikannya untuk melanjutkan pendidikan di Jerman, dilandasi informasi yang ia dapat dari Internet dan berbagai sumber lainnya yang mengatakan bahwa biaya kuliah di Jerman itu murah namun tetap mengutamakan kualitas pendidikannya. Namun bukan hanya itu alasan yang membuatnya memutuskan untuk berangkat ke Jerman. Hal lain yang meyakinkannya untuk berangkat ke Jerman adalah keinginannya untuk mempelajari kebudayaan Jerman khususnya, dan budaya Eropa pada umumnya.